Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang berasal dari Indonesia dan dikenal dengan nama berbeda di berbagai wilayah di Indonesia. Di Jawa Tengah, permainan ini disebut “dakon”, sedangkan di Sumatera Utara, permainan ini disebut “cangkang”.

Asal-usul permainan congklak tidak diketahui dengan pasti, namun diyakini berasal dari daerah Indonesia yang memiliki kebudayaan agraris. Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa permainan congklak sudah dimainkan sejak zaman pra-sejarah, dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa permainan congklak sudah dimainkan sejak abad ke-7 di Indonesia.

Permainan congklak awalnya dimainkan dengan menggunakan cangkang kerang atau buah-buahan kecil sebagai biji congklak. Namun, seiring berjalannya waktu, biji congklak mulai dibuat dari kayu atau plastik. Papan congklak sendiri biasanya terbuat dari kayu dan memiliki dua belas lubang yang diisi dengan biji congklak.

Permainan congklak dimainkan oleh dua orang atau lebih, dan tujuannya adalah mengambil biji congklak dari lubang lawan dan meletakkannya di lubang sendiri. Pemain yang berhasil mengumpulkan biji congklak paling banyak di lubangnya adalah pemenangnya.

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT: JALAN TOL BALI MANDARA SALAH SATU TOL BAWAH LAUT TERPANJANG

Permainan congklak tidak hanya dimainkan di Indonesia, tetapi juga populer di negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Di Malaysia, permainan congklak dikenal dengan nama “congkak” dan di Thailand dikenal dengan nama “mancala”.

Meskipun permainan congklak sudah dimainkan sejak lama, namun hingga saat ini permainan ini masih populer dan sering dimainkan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, permainan congklak juga menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan agar tetap lestari di masa depan.